Beda, Tapi Masuk Akal

Barusan blogwalking, ada satu postingan tentang gombal – gombalan.
Gue baca dan isinya tentang ada cowok yang ngegombal ke ceweknya dengen cara yang unik karena bikin ceweknya marah/sating dulu, kira – kira kayak gini:

Lagi

Sinopsis Hidup

Gue dulu (sempet) suka baca novel. Tapi kebanyakan novel atau buku yang gue baca itu rekomendasi dari temen yang menurut mereka kalo buku itu bagus, kemudian baru dah tu novel gue beli ato kalo gak ya yang jelas2 di cover tu novel ada cap stempel “Best Seller”. Tapi kemaren, pas gue nemenin si carap ke toko buku buat beli binder, gue ngeliat – liat ke bagian yang terbitan baru dan ada satu novel yang menarik perhatian gue. Setelah bolak balik dan baca – baca sinopsis di bagian belakang novel, gue dengen mantep beli tu novel, kali ini bukan karena rekomendasi temen kayak Hafalan Shalat Delisa, bukan pula karena cover-nya keren kayak 5 cm, dan gue pastiin juga bukan karena ada cap “best seller” di cover-nya (walopun ada cap stempel “Novel Unggulan Lomba Novel Republika 2012”). Gue beli tu novel karena satu paragraf di bagian sinopsisnya yang gue suka!

Lagi

Blank Page

yah, hampir beberapa hari ini saya hanya login ke wordpress dan membuka halaman posting. Siap menambah tulisan di blog ini.Tapi hanya baru beberapa kata kemudian dihapus, menjadi kosong lagi. Begitu terus.

Blank Page                                    Sumber: Komputer Kantor

Sebelumnya, saya mau minta maaf dulu kepada blog ini karena sudah lama sekali saya tidak berbagi dan bercerita dengannya. Padahal, banyak hal – hal yang saya alami akhir – akhir ini untuk dibagikan dan diceritakan. Kesibukan dan rasa malas menjadi alasan utama untuk tidak meng-update blog ini. Alasan yang sangat kuat  untuk “memaksa” saya berada dalam posisi nadir dari seorang blogger (ngutip dari nabila,huehehe).

Dan mungkin akan kurang menarik kalo tidak ada bukti berupa gambar atau dokumen apapun yang bisa saya sisipkan sebagai bukti kebenaran cerita atau pengalaman saya. kalau kata mereka yang disebut kaskuser sih “No Pic = Hoax Gan.” Yah, doakan saya ada rezeki buat membeli sarana dan prasarana untuk menghasilkan foto atau video secepat mungkin,hehe.

Setelah beberapa orang menanyakan keberlangsungan blog ini serta setelah membaca postingan pertama saya, baru semangat untuk berbagi dan bercerita itu timbul kembali.
– karena saya tidak ingin nasib blog ini sama seperti pendahulunya-

Oke, tidak usah banyak cing cong.
Ayo kita ngeblog lagi!

Kodok Bergitar

Pagi hari, matahari tidak mengucap salam. Bukan karena dia sombong, tapi mendung menggantikannya. Yah, semua orang tahu kalau itu gejala alam tanda hujan akan turun. Aku berjalan  lebih cepat, takut dimandikan oleh awan.

Gerimis  mulai turun tapi aku tidak bersembunyi, menikmatinya malah. Sebelum tetes air  yang lain datang lebih cepat, lebih banyak. Dan ternyata, aku tidak sendiri menikmatinya. Di sana, tak jauh dari tempat aku berdiri,  Sang Kodok jg menikmati sambil bersiul ciri khasnya, mengorek. Kami sama – sama menikmati, tapi berbeda alasan.

Aku berlari kali ini dan langsung bersembunyi, hujan deras datang dengan tergesa – gesa, menyingkirkan gerimis dengan paksa. Sekarang aku tidak menikmati gejala alam ini, tidak suka hujan. Bagaimana dengan Sang Kodok?

Lagi

Totalitas!

Seorang bapak naik ke atas metro mini dengan bermodalkan sebuah gitar tua.

Dengan gitar tua itu beliau  melantunkan satu lagu dengan seadanya. Beliau memainkan gitarnya dengan “biasa” dan suaranya terdengar namun entah apa lirik yg dinyanyikannya, mungkin karena beliau sudah bosan telah membawakan lagu tersebut berpuluh atau beratusan kali. Penumpang pun tampak tak peduli, merasa bosan seakan telah mendengar lantunan seperti itu berpuluh atau beratus kali jg. Hanya satu atau dua orang dari penumpang metro mini yg cukup ramai itu memberikan beberapa uang recehnya.

Tak lama berselang, setelah Bapak dg gitar tua tadi, naik lg seorang pemuda dg gitarnya jg. Musisi jalanan lainnya.

Para penumpang mulai kembali tak peduli, membuang muka malah, menganggap musisi jalanan satu ini sama seperti yg tadi dan kebanyakan musisi jalanan lain. Namun setelah pemuda tadi memetik gitarnya, para penumpang pun mulai memperhatikan. Suara petikan gitar dan nyayian pemuda tersebut bak peserta kontes penyanyi idola di tv-tv jaman sekarang. Selain itu, tidak hanya satu lagu yg dibawakan pemuda tadi, tetapi tiga lagu dengan genre yg berbeda-beda menyesuaikan penumpang metro mini. Setelah selesai, Musisi jalanan tersebut tersenyum dan banyak penumpang pun tak segan memberikan uang lembarnya.

Lagi

Hello world!

Halo dunia!

yah begitulah judul sederhana dari wordpress untuk setiap postingan pertama di blog yg baru dibuat, termasuk blog ini hehe..

judul sederhana namun mungkin memiliki suatu makna dan maksud tersendiri

judul ini seperti ingin mengabarkan kepada dunia


Halo Dunia!

Ini aku..

Aku siap berbagi!

Aku siap bercerita!


setidaknya itu yg terlintas di pikiran penulis,hehehe..

entah ini blog yg ketiga atau keempat karena yg punya blog sendiri belom memiliki suatu motif atau niat yg cukup kuat untuk menulis (nge-blog) dan ditambah dengan rasa malas.

Tapi semoga nasib blog ini tidak seperti para pendahulunya,

semoga blog ini bisa benar2 menjadi tempat berbagi, tempat bercerita.

amiiinn

Lagi

Jumlah Pengunjung

yang punya blog